Asal muasalnya, fungsi rambut dan bulu adalah untuk
melindungi pemiliknya dari cuaca dan tantangan alami lain. Oleh karena itu,
kalau kita perhatikan, pertumbuhan rambut dan bulu kita sedikit lebih cepat
kalau kita berada di udara yang jauh lebih dingin daripada yang biasa kita
hadapi. Beberapa obat-obatan seperti yang digunakan untuk keluarga berencana,
hormon, dan steroid anabolik juga bisa membuat bulu tubuh tumbuh lebih cepat
dan lebat dari biasanya. Selain itu, berbulu banyak atau tidak, juga ditentukan
oleh faktor genetis. Laki-laki dan perempuan keturunan daerah Mediterania
seperti Italia, Spanyol, dan Yunani, juga Arab dan India, cenderung berbulu
lebih lebat daripada keturunan Asia Timur dan Tenggara. Mitos seputar bulu
tubuh Secara turun-temurun dari dulu terdapat mitos yang mengaitkan bulu tubuh
dengan masalah kejantanan seorang pria, sehingga seringkali cowok yang berbulu
lebat dianggap sebagai cowok yang macho atau jantan, sedangkan yang tidak
berbulu dianggap kurang jantan. Seperti juga mitos lain seputar seksualitas,
mitos bahwa pria macho adalah pria berbulu ini sering menyesatkan dan membuat
cemas para laki-laki yang tangan dan kakinya semulus kaki meja. Mereka berusaha
keras menumbuhkan bulu tubuh, dengan harapan bulunya tumbuh sehingga ia dipandang
sebagai cowok macho. Hal ini juga ditangkap sebagai peluang oleh produsen obat
penumbuh rambut, yang bekerja dengan cara dioleskan atau ditelan.
Lebih jauh dari sekadar takut dianggap kurang
jantan, mitos tubuh tanpa bulu ternyata juga bisa sampai membuat pemiliknya
meragukan kapasitas seksualnya. Seperti konsultasi yang dimuat di Curhat dua
minggu lalu, ada cowok yang kebetulan tubuhnya bebas bulu, mengkhawatirkan
kemampuan reproduksinya kalau kelak ia menikah, sampai-sampai dia hampir
mempercayai bahwa bulu dapat ditumbuhkan dengan cara melakukan onani sesering
mungkin!
Mitos lain yang juga beredar adalah bahwa cewek yang
bulu tubuhnya tumbuh subur berarti ia memiliki dorongan seks yang tinggi. Hal
ini membuat cewek-cewek yang berbulu agak lebat sibuk mencukur dan
menghilangkan bulu tubuhnya, dan malu memakai baju berlengan pendek karena
takut bulunya kelihatan orang lain yang bisa jadi menganggapnya "cewek
gampangan".
Walaupun pertumbuhan bulu tubuh dipengaruhi oleh
hormon androgen yang merupakan hormon khas laki-laki, sebetulnya tidak ada
hubungan antara kejantanan seorang pria dengan lebat atau tipisnya bulu yang
melekat di tubuhnya. Kalau kita percaya pada mitos begitu, sama artinya dengan
kita percaya bahwa semua orang keturunan Cina, Jepang, dan Korea (yang tubuhnya
cenderung kurang berbulu dibandingkan dengan, misalnya, orang India atau Arab)
impoten, dong! Apalagi kalau sampai termakan gosip bahwa onani bisa menumbuhkan
rambut, yang ada kamu cuma bakalan lemes kecapaian, sedangkan tubuhmu tetap aja
mulus tanpa bulu. Demikian pula dengan cewek yang berbulu, tidak serta merta
berarti bahwa ia memiliki dorongan seksual yang tinggi. Karena sekali lagi,
faktor genetis atau keturunan juga memegang peranan penting dalam pertumbuhan
bulu dan rambut.